Hidayatul Fajrul
Harulah kiranya hatiku mengais drama
Tatkala bulir hujan menyentuh tanah
Aroma kerinduan menguap
Meresap melembabkan kelopak mata
Tiap tetes hujan berkata
Perintahkan untuk tangkap bayangmu
Wajah empat belas tahunmu
Tengadah menantang hujaman peluru-peluru langit
Segera kau lemparkan puluhan tawa kecilmu
Hangatkan pagi di kaki bukit itu
Tiap tetes hujan berbisik
"Dia bahagia di dekatmu"
Hujan di kaki bukit itu
Kini semakin menyesakkan hati
Misteri Piramida
16 tahun yang lalu


0 komentar:
Posting Komentar