Refleksi Sejarahmu

17 Juni 2009

Heri Latief

Puluhan tahun yang lalu
Di radio pemimpin besar berpidato
Tolak bantuan asing yang menjajah!

Begitu kenyataan jaman dulu
Sipatnya tegas dan tekadnya keras
Anti nekolim dan makelarnya

Di masa itu rakyat memuja kemandirian
Gotongroyong membangun kekuatan
Mana lagi sekarang sisa kesadaran?

Keberhasilan minjam hutang dibanggakan
Upah buruh dan jaminan sosial diminimalkan
Yang kaya makin genit memamerkan harta
Yang miskin boleh sirik tapi jangan ngamuk?

Oya?!

Puluhan tahun tertindas sepatu lars
Sepanjang jalan kenangan berdarah
Siapa mampu nolak refleksi sejarah?

Amsterdam, 06/05/2009

----------------------------------------

Sajak Kowloon Park

baca sajak di kowloon park
syair buruh migran teriak
ayo bela persamaan hak

merantau jauh derita kaum buruh
primadona devisa indonesia
di kampungnya diperas calo ganas

negara bisanya nikmati uang pajak
buruh migran tetap termajinalkan
dicari pemimpin rakyat yang peduli

berani bela bangsanya dan mandiri
demi keadilan buat buruh migran
solidaritas atas nama kemanusiaan

Amsterdam, 23 Mei 2009

0 komentar: