Heri Latief
Puluhan tahun yang lalu
Di radio pemimpin besar berpidato
Tolak bantuan asing yang menjajah!
Begitu kenyataan jaman dulu
Sipatnya tegas dan tekadnya keras
Anti nekolim dan makelarnya
Di masa itu rakyat memuja kemandirian
Gotongroyong membangun kekuatan
Mana lagi sekarang sisa kesadaran?
Keberhasilan minjam hutang dibanggakan
Upah buruh dan jaminan sosial diminimalkan
Yang kaya makin genit memamerkan harta
Yang miskin boleh sirik tapi jangan ngamuk?
Oya?!
Puluhan tahun tertindas sepatu lars
Sepanjang jalan kenangan berdarah
Siapa mampu nolak refleksi sejarah?
Amsterdam, 06/05/2009
----------------------------------------
Sajak Kowloon Park
baca sajak di kowloon park
syair buruh migran teriak
ayo bela persamaan hak
merantau jauh derita kaum buruh
primadona devisa indonesia
di kampungnya diperas calo ganas
negara bisanya nikmati uang pajak
buruh migran tetap termajinalkan
dicari pemimpin rakyat yang peduli
berani bela bangsanya dan mandiri
demi keadilan buat buruh migran
solidaritas atas nama kemanusiaan
Amsterdam, 23 Mei 2009


0 komentar:
Posting Komentar