Asmororini
Di ruang susun pekuburan umum para miskin-papa, ibu-bapanya
Dalam mori putih bertumpuk dengan entah siapa. rumah tinggal tersisa satu-
Satunya yang dikenal, teduh-pengap kolong-kolong beton, berdesakan dengan
Entah siapa. bersekolah menimba hidup dijalanan, berguru kepada
Dengan entah siapa
Kuku jari menceker-ceker di sisi buram metropolis kota, tempat menapak
Sambil berlunta. ada rumah mimpi menyodorkan hati jadi pelindung, ditolak
Resah, tidak mencocoki keinginan badan yang terlanjur bebas lepas hilang
Kendali. kunci gembok diri telah tercuri, tak tahu harus melapor kepada
Dengan entah siapa
Serak berteriak diperempatan jalan berlampu abang-ijo, lekat daki keringat
Mengais upah, dicukupkan memenuhi serba banyak urusan hidup. bila perut
Sudah terpenuhi , membayar penjaja tubuh mengumbar sanggama dalam belukar
Di tepian kali bersama pelacur tua, kelaminnya tak pernah tahu harus berserah
Dengan entah siapa
Ia....entah siapa
Jati dirinya Anak Lelaki, sepuluhan tahun umurnya
Surabaya, 8 maret 2009


0 komentar:
Posting Komentar