Hidayatul Fajrul
Aku bisa tersenyum
Sekedar penutup kecewa dari angin yang menertawakanku
Lalu menekuk
Menatapi kerikil di sekitar jemari kaki
Tersenyum lagi
Mulai menertawakan diri sendiri
Kuperiksa dinding hatiku
Ada goresan luka, rindu, sesal, lega
Tempatmu tak senyaman dulu
Ada naungan baru di dalamnya
Tak seperti tempatku lagi
Aku pergi
Untuk kesekian kalinya aku hanya bisa tersenyum
Menatap kau terdiam
Apakah kau ikut menertawakanku?
Aku sudah selesai


0 komentar:
Posting Komentar